Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 16 Juni 2013

Kata Bijak Kehidupan Nyata

Terkadang kamu harus meminta maaf, bukan karena kamu salah, namun karena kamu tak ingin hubunganmu dengan seseorang berakhir.

Memaafkan adalah kebaikan. Segala yang bersumber dari kebaikan dan bertujuan untuk kebaikan, akan berujung kebahagiaan.

Mencintai dalam kesederhanaan

aku memelukmu dalam diamku...
sekedar ingin rasakan kehangatan cintamu..
sekedar ingin hapuskan yang lain dalam benakku..
sekedar ingin hanya hadirkan bayangmu...
sejenak saja....
dalam diamku....

Sabtu, 15 Juni 2013

Kisah Cinta Sejati

Siapa yang berkata bahwa kisah cinta sejati terbaik di muka bumi ini adalah roman antara Romeo dan Juliet karya William Shakepeare, sesungguhnya belum pernah mendengar kisah cinta Ali bin Abi Thalib RA, sang pemuda cekatan yang cinta akan ilmu dan putri Sang Rasulullah Sallahu ‘alaihi Wasallam sendiri, si wanita tegar yang lembut, Fatimah Az zahra. Pasti, karena kisah Romeo dan Juliet tak lebih dari sebuah roman yang dilukis di atas kertas. Berbanding terbalik dengan kisah yang dilandasi iman dan cinta pada Allah Subhanahu wata’alla dan ini benar-benar terjadi sekitar 14 abad silam menghiasi indahnya langit jazirah Arab pada masa itu.

Cinta Ali pada Fatimah bukan cinta konyol yang bisa dengan mudah terlontar begitu saja, namun sebuah cinta yang dihiasi proses kedewasaan di balik umurnya yang masih muda. Cinta yang disimpannya begitu rapat, yang ia sendiri tak yakin itu cinta, sampai suatu saat perasaannya diuji.

Ada seorang lelaki luar biasa datang kepada Rasulullah. Seorang sahabat yang membenarkan peristiwa Isra’ mi’raj Rasulullah dan oleh karenanya diberi gelar oleh Rasulullah “ash-siddiq”. Ya, Sahabat yang lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah, atau lebih dikenal sebagai Abu Bakar Ash-Siddiq, telah melamar putri Sang Rasul. Hati Ali bergetar, namun tak serta merta membuatnya bergerak tak terarah.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Ali sadar, bahwa kedudukan Abu Bakar jauh lebih baik dari dirinya. Walaupun Abu bakar bukan kerabat dekat Nabi seperti Ali, namun hal itu tidak penting. Karena cinta Abu Bakar pada Rasulullah begitu besar. Ia yang menemani Rasulullah ketika hijrah, dan rela kakinya diracuni seekor ular dan menahan perihnya tanpa bersuara agar Rasulullah tidak terjaga dari tidurnya hingga air matanya tanpa ia sadari menetes ke pipi nabi. Sedangkan Ali merasa tidak sebanding dengan itu yang hanya menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya. Ia sudah rela jika memang jodoh Fatimah adalah abu bakar ia siap untuk mundur, karena inilah ukhuwah yang jauh lebih indah dari cinta yang dirasanya sekarang. Ia lebih mendahulukan kebahagiaan Fatimah atas cintanya. Namun ternyata lamaran Abu Bakar di tolak.

Benih-benih cinta itu mulai bersemai kembali, dalam diam dan tenang ia mempersiapkan diri. Kelak suatu saat waktunya akan tiba. Dalam diam ia tetap menjaga cintanya. Ya, dalam diamnya pada dunia. Tidak mengumbar apa yang ada di hatinya. Cukup keheningan seperempat malam terakhir dan tahajudnya yang tahu akan cintanya pada sang putri Rasul.

Lagi-lagi cintanya di uji, kini seseorang yang tak kalah luar biasa kembali datang menghadap Rasulullah dan menyatakan niat untuk melamar Fatimah. Lelaki yang jikalau syeitan mendengar langkah kakinya maka ia akan lari terbirit birit. Sang Al Farruq, Umar ibn Al Khattab. Pembeda antara hak dan yang bathil. Lelaki yang membuat dakwah Islam jauh lebih terbuka dan terang terangan. Memang, jika dibanding dengan Ali, Umar termasuk yang terakhir memeluk Islam. Tapi semangatnya mengejar ketinggalan, dan gegap gempita sabetan pedangnya yang konon hanya sanggup dibawa oleh sepuluh orang ini membuat Ali kecut. Lagi-lagi Ali meng-itsar-kan cintanya pada saudara nya Umar. Ia yakin Fatimah akan jauh lebih aman bersama Umar. Dan ia ridha akan itu.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan, Yang ini pengorbanan.

Lagi-lagi lamaran ini di tolak. Ali bingung, lelaki seperti apa yang diidamkan Rasulullah menjadi menantunya. Siapa kiranya yang pantas menjadi pendamping Fatimah, dua sahabat terbaik yang datang tak menemukan apa yang diinginkan. Ali jadi ragu, akankah ia bisa? Dibuang jauh-jauh perasaan itu, ia maju ke medan peperangan cinta ini. Karena cinta tak menanti, ia ada jika kesempatan mempersilakan, dan Ali mengambil kesempatan itu. Dengan modal harta yang apa adanya ia datang, hanya seperangkat baju besi yang biasa ia pakai berperang menjadi modalnya. Ia sampaikan tujuan nya pada Rasulullah. Nabi tersenyum kecil, dan berkata “Ahlan wa sahlan”. Lamaran bersambut.

Ali lah yang memenangkan peperangan ini. Ia bukan berperang dengan abu bakar atau Umar dalam memperebutkan sang gadis pujaan. Lebih besar lagi, ia berperang melawan hawa nafsunya. Ia memenangkan hatinya sendiri, dari keraguan dan bisikan keputusasaan. Dalam ujian hati ini, ia terus diam. Tak ada salah tingkah, tak ada syair-syair rindu, tak ada ratap sedih kegalauan. Ia menang dan maju sebagai lelaki sejati, menawarkan cinta berlandaskan keimanan pada sang Ayah Fatimah.

Akhirnya Ali menikahi Fatimah. Tanpa janji-janji, tanpa penantian yang tak berujung, tanpa harapan kosong yang dengan mudah diumbar. Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”

Sahabatku, inilah cinta sejati, inilah cinta yang hakiki. Cinta yang disimpan dalam-dalam di ruang hati, hanya Sang Pemilik cinta yang tahu akan rasa itu. Mungkin ia gadis yang kita cintai, atau pemuda itu yang kita dambakan. Namun, sungguh tak perlu rasanya ia tahu sebelum masanya tiba. Biarlah ia menunggu, sebagaimana Fatimah menunggu hadirnya cinta yang ia nanti. Atau jika kau lebih berani, jadilah Ali. Yang tak mengumbar janji dan maju melamar sang bidadari.

Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah

Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia masih kecil. .

Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu.

Diapun ber'angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya, Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.

Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan putrinya, dan betapa dia mencintai anak itu.

Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci!

Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Jaket kulit Terkenal, di belakangnya terukir indah namanya dengan sutra emas.

Gadis itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan jaket ini untukku?"

Lalu dia membuang Jaket itu dan lari meninggalkan ayahnya.

Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia hanya berdiri mematung, tak tahu apa yg harus di lakukannya ..


Tahun demi tahun berlalu,

sang gadis telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang wanita karir. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi suami yang tampan dan anak yang cerdas.

Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa sayangnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.


Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap buruk terhadap ayahnya.


Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka lemari pakaian ayahnya, dia menemukan Jaket itu, masih terbungkus dengan kertas kado yang sama beberapa tahun yang lalu.


sesuatu jatuh dari bagian kantong Jaket itu. Dia memungutnya.. sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia merogoh kantong sebelahnya dan menemukan sesuatu,, di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.


Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga


Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil itu, ia menangis. air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang takan mungkin bisa terobati...

Kata Kata Indah Cinta Penuh Makna

Kata kata indah cinta untuk pacar tercinta. kata kata indah ini sangat cocok digunakan untuk ungkapan cinta pada kekasih. kata kata cinta ini sangat lah bagus akan di berikan pacar

kita dan mempunyai arti yaitu sebuah ungkapan hati seseorang kepada orang yang dicintainya. Biasanya di ungkap menjadi sebuah Kata kata mutiara berikut contohnya :

Kata kata indah cinta

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.

Saya memiliki sepasang mata, tetapi tidak dapat selalu melihatmu.
Saya memiliki sepasang tangan, tetapi tidak bisa selalu melindungimu
Tapi aku memiliki hati, yang selalu berdoa untuk mu

Apa gunanya sayap jika Anda tidak bisa merasakan angin pada wajah Anda?
dan apa gunanya hidup akan jika Anda tidak dapat memenuhi cinta hidup Anda

Jika kita mencintai seseorang
Berusahalan untuk tampil apa adanya
karena Cinta sejati selalu dapat
Menerima Kelebihan dan Kekurangan

Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta,div>
Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya

Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita
tak bisa mencintai lagi

Setetes kebencian di dalam hati
Pasti akan membuahkan penderitaan
Tapi setetes cinta di dalam relung hati
akan membuahkan kebahagiaan sejati

Janganlah berputus asa. Tetapi kalau anda sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa.


Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini.


Dalam masyarakat manusia ada binatang jalang tetapi dalam masyarakat binatang tidak ada satu pun manusia jalang -Aristotle


Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan sokongan walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menyeronokkan.

Minggu, 02 Juni 2013

Tugas Pemrograman Penjualan [Quiz II]




Public Class Form1
    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Call Tabel()
        KodeBarang.Items.Add("TS001")
        KodeBarang.Items.Add("TS002")
        KodeBarang.Items.Add("VG001")
        KodeBarang.Items.Add("VG002")
    End Sub

    Sub Tabel()
        ListView.Columns.Add("No Pembelian", 90, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.Columns.Add("Kode Barang", 80, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.Columns.Add("Nama Barang", 80, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.Columns.Add("Merk", 70, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.Columns.Add("Harga", 60, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.Columns.Add("Jumlah Beli", 70, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.Columns.Add("Total Harga", 70, HorizontalAlignment.Left)
        ListView.View = View.Details
        ListView.GridLines = True
        ListView.FullRowSelect = True
    End Sub

    Sub IsiTabel()
        Dim Lst As New ListViewItem
        Lst.Text = NoPembelian.Text
        Lst.SubItems.Add(KodeBarang.Text)
        Lst.SubItems.Add(NamaBarang.Text)
        Lst.SubItems.Add(Merk.Text)
        Lst.SubItems.Add(Harga.Text)
        Lst.SubItems.Add(Jumlah.Text)
        Lst.SubItems.Add(Total.Text)
        ListView.Items.Add(Lst)
    End Sub
    Private Sub KodeBarang_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KodeBarang.SelectedIndexChanged
        Select Case KodeBarang.Text
            Case "TS001"
                NamaBarang.Text = "Flashdisk 4GB"
            Case "TS002"
                NamaBarang.Text = "Flashdisk 2GB"
            Case "VG001"
                NamaBarang.Text = "Flashdisk 4GB"
            Case "VG002"
                NamaBarang.Text = "Flashdisk 2GB"
        End Select
        If KodeBarang.Text = "TS001" Then
            Merk.Text = "Toshiba"
        ElseIf KodeBarang.Text = "TS002" Then
            Merk.Text = "Toshiba"
        ElseIf KodeBarang.Text = "VG001" Then
            Merk.Text = "V-Gen"
        ElseIf KodeBarang.Text = "VG002" Then
            Merk.Text = "V-Gen"
        End If
        If KodeBarang.Text = "TS001" Then
            Harga.Text = "105000"
        ElseIf KodeBarang.Text = "TS002" Then
            Harga.Text = "75000"
        ElseIf KodeBarang.Text = "VG001" Then
            Harga.Text = "90000"
        ElseIf KodeBarang.Text = "VG002" Then
            Harga.Text = "60000"
        End If
    End Sub
    Private Sub BtnSimpan_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnSimpan.Click
        IsiTabel()
        NoPembelian.Text = ""
        KodeBarang.Text = ""
        NamaBarang.Text = ""
        Merk.Text = ""
        Harga.Text = ""
        Jumlah.Text = ""
        Total.Text = ""
    End Sub
    Private Sub BtnHapusData_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnHapusData.Click
        ListView.Items.Remove(ListView.SelectedItems(0))
    End Sub
    Private Sub BtnHapusSemua_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnHapusSemua.Click
        ListView.Items.Clear()
    End Sub
    Private Sub BtnBersih_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnBersih.Click
        NoPembelian.Text = ""
        KodeBarang.Text = ""
        NamaBarang.Text = ""
        Merk.Text = ""
        Harga.Text = ""
        Jumlah.Text = ""
        Total.Text = ""
    End Sub
    Private Sub Total_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Total.Click
        Total.Text = Harga.Text * Jumlah.Text
    End Sub
    Private Sub BtnExit_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnExit.Click
        End
    End Sub
    Private Sub Jumlah_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Jumlah.KeyPress
        Dim tombol As Integer
        If tombol = 13 Then
            Total_Click(sender, e)
        End If
    End Sub